Kamis, 20 Desember 2012

Makalah Administrasi Dan Supervisi Pendidikan Islam

MAKALAH


ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM



DOSEN PENGAMPU :
YACHYA, SS, M.,Si.





















PENYUSUN     : RUSDIAMAN


FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AL-QUDWAH
DEPOK
2012


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM”
Makalah ini berisikan tentang “ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN ISLAM” Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang Administrasi dan supervisi pendidikan islam.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.




07 November 2012


Penulis,






DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata pengantar    i
Daftar isi    ii
BAB I PENDAHULUAN     1
A. Latar Belakang    1
B. Perumusan Masalah    1
BAB II PEMBAHASAN    2
A. Administrasi Pendidikan Islam    2
1.    Pengertian Administrasi    2
2.    Fungsi Administrasi    3
3.    Tujuan Administrasi    10
4.    Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Pendidikan Islam    10
B. Supervisi Pendidikan    13
1.     Pengertian Supervisi    13
2.    Fungsi Supervisi    14
3.    Tujuan Supervisi    14
4.    Tugas Supervisi    15
5.    Prosedur Kepegawaian    16
6.     Jenis Supervisi    21
BAB III PENUTUP    23
A.    Kesimpulan    23
B.    Saran    25
DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
kewajiban dan tanggung jawab para pemimpin pendidikan pada umumnya dan kepala sekolah pada khususnya mengalami perkembangan dan perubahan pula.
Perubahan-perubahan tersebut dapat dibagi menjadi tiga aspek :
•    Perubahan dalam tujuan,
•    Perubahan dan scope (luasnya tanggungjawab / kewajiban), dan
•    Perubahan dalam sifatnya.

B.    Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian administrasi dan supervisi pendidikan islam ?
2.    Apa fungsi administrasi dan supervisi pendidikan islam ?
3.    Apa tujuan administrasi dan supervisi pendidikan islam ?
4.    Apa ruang lingkup administrasi pendidikan islam ?
5.    Apa tugas supervisi pendidikan islam ?
6.    Apa prosedur kepegawaian pendidikan islam ?
7.    Apa jenis supervisi ?











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Administrasi Pendidikan
1.    Pengertian Administrasi
Pengertian secara harfiah, Kata “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrate. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris , yang berarti “ke” atau “kepada”dan ministrate sama artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti” melayani”, “membantu”, “mengarahkan”. Dalam bahasa inggris to administer berarti pula mengatur , memelihara (to after) dan mengarahkan (Drs. The Liang Gie, 1978, Pengertian Kedudukan dan Perincian Ilmu Administrasi. Karya Kencana, Yogyakarta, hal: 9).
Jadi kata”administrasi” secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu, malayani, mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.
Administrasi dalam pengertian yang sempit yaitu, kegiatan ketatausahaan yang intinya adalah kegiatan rutin catat-mencatat, mendokumentasikan kegiatan, menyelenggarakan surat-menyurat dengan segala aspeknya serta mempersiapkan laporan.
Administrasi pendidikan dalam pengertian secara luas adalah segenap proses pengerahan dan pengintegrasian segala sesuatu baik personel, spiritual maupun material yang bersangkut paut dengan pencapaian tujuan pendidikan.
Jadi, didalam proses administrasi pendidikan segenap usaha orang-orang yang terlibat didalam proses pencapaian tujuan pendidikan itu diintegrasikan, diorganisasi dan dikoordinasi secara efektif, dan semua materi yang di perlukan dan yang telah ada dimanfaatkan secara efisien.
Dalam pengertian yang luas ini, istilah administrasi juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien.
Dalam batasan tersebut di atas, makna administrasi dapat di urai paling tidak menjadi lima pengertian pokok, yaitu :
a)    Administrasi merupakan kegiatan atau kegiatan manusia
b)    Rangkaian kegiatan itu marupakan suatu proses/pengelolaan dari suatu kegiatan yang kompleks, oleh sebab itu bersifat dinamis
c)    Proses itu dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam suatu organisasi
d)    Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya
e)    Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuannya dapat dicapai secara efektif dan efisien.

2.    Fungsi Administrasi Pendidikan
Agar kegiatan dalam komponen administrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan, kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan daur (siklus).
Adapun proses administrasi pendidikan itu meliputi fungsi-fungsi, yaitu :
•    Perencanaan (planning)
•    Pengorganisasian,
•    Koordinasi,
•    Komunikasi,
•    Supervisi,
•    kepegawaian,
•    Pembiayaan, dan
•    Evaluasi.

Semua fungsi tersebut satu sama lain saling berkaitan. Untuk menadapat gambaran yang lebih jelas tentang fungsi-fungsi tersebut di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci :
a.    Perencanaan (Planning)
Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. Dalam setiap perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan, yaitu :
•    Faktor tujuan, dan
•    Faktor sarana, baik sarana personel maupun material.
      Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut:
1)    Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai,
2)    Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan,
3)    Mengumpulkan data dan informasi-informasi yang diperlukan,
4)    Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan,
5)    Merumuskan bagaimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan.
Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan :
a)    Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas,
b)    Bersifat sederhana, realistis dan praktis,
c)    Terinci, memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan sehingga mudah di pahami dan dijalankan,
d)    Memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan situasi sewaktu-waktu,
e)    Terdapat pertimbangan antara bermacam-macam bidang yang akan digarap dalam perencanaan itu menurut urgensinya masing-masing,
f)    Diusahakan adanya penghematan tenaga, biaya dan waktu serta kemungkinan penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya diusahakan agar tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan. Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga, biaya dan waktu, juga membatasi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasi atau tugas rangkap yang dapat menghambat jalannya penyelesaian.
b.    Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan tujuan yang telah ditetapkan. Didalam pengorganisasian terdapat adanya pembagian tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian, sehingga dari situ akan tercipta hubungan-hubungan kerjasama yang harmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapan dan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seorang pemimpin. Dalam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar. Dalam pengorganisasian perlu diperhatikan bahwa pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan pengalaman, bakat, minat, pengetahuan dan kepribadian masing-masing orang yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut. Dengan demikian, pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi  pendidikan, dan dapat disimpulkan bahwa pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dalam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan.
c.    Pengkoordinasian (Coordinating)
Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang, memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. Dengan adanya koordinasi yang baik, semua bagian dalam personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan. Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selaras dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. Usaha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui 4 M, seperti :
a)    Melaksanakan penjelasan singkat (briefing),
b)    Mengadakan rapat kerja,
c)    Memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, dan
d)    Memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan.
Dengan demikian, koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan bahwa koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang, material, pikiran-pikiran, teknik-teknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan.
d.    Komunikasi
Dalam melaksanakan suatu program pendidikan, aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran, gagasan-gagasan dan maksud-maksud baik secara lisan maupun tertulis. Dan komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dibanding secara tertulis.
Menurut sifatnya, komunikasi ada dua macam, yaitu :
a)    Komunikasi bebas yaitu setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain, dan
b)    Komunikasi terbatas yaitu setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja.
Dengan demikian, organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan, dan dapat disimpulkan bahwa komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi.
e.    Supervisi
Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Oleh karena itu, supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
Jadi, fungsi supervisi yang terpenting adalah :
a)    Menentukan kondisi atau syarat-syarat apa yang diperlukan,
b)    Memenuhi atau mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu.
Dengan demikian, supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan, dan dapat disimpulkan bahwa supervisi adalah sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi atau syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.


f.    Kepegawaian (Staffing)
Kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan, dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri.
Adapun aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian, yaitu :
a)    Menentukan,
b)    Memilih,
c)    Menempatkan, dan
d)    Membimbing personel.
Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. Didalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu didalam struktur organisasi itu dipilih dan diangkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang dipegangnya. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan.
g.    Pembiayaan
Biaya atau pembiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi, tanpa biaya yang mencukupi tidak mungkin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. Setiap kebutuhan organisasi, baik personel maupun material, semua memerlukan adanya biaya. Itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan perencanaan (planning) sampai dengan pelaksanaannya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan, antara lain :


a)    Perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan,
b)    Dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh atau diusahakan,
c)    Bagaimana penggunaanya,
d)    Siapa yang akan melaksanakannya,
e)    Bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya,dan
f)    Bagaimana pengawasannya, dll.
h.    Penilaian (Evaluating)
Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Setiap kegiatan, baik yang dilakukan oleh unsur pimpinan maupun oleh bawahan, memerlukan adanya evaluasi.
Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu, selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya.
Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah :
a)    Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja , pekejaan tersebut berhasil,
b)    Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien,
c)    Memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak,
d)    Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi.
Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat erat hubungannya, dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinyu.

3.    Tujuan Administrasi Pendidikan
Tujuan adminitstrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mandukung tercapainya tujuan pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakan untuk mencapai tujuan pendidikan.
Adapun tujuan administrasi, yaitu :
a)    Efektifitas produksi,
b)    Efesiensi,
c)    Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes),
d)    Kepuasan kerja.
Keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan sekolah. Sebagai contoh: sekolah mempunyai fungsi untuk mencapai efektivitas produksi, yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dalam pencapaian tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin.

4.    Ruang Lingkup (Bidang Garapan) Administrasi Pendidikan
Administrasi pendidikan mempunyai ruang lingkup/bidang garapan yang sangat luas.
Secara lebih rinci ruang lingkup adcministrasi pendidikan dapat diuraikan sebagai berikut :
1.    Administrasi tata laksana sekolah, meliputi :
a)    Organisasi dan struktur pegawai tata usaha,
b)    Otorosasi dan anggaran belanja keuangan sekolah,
c)    Masalah kepegawaian dan kesejahteraan personel sekolah,
d)    Masalah perlengkapan dan perbekalan, dan
e)    Keuangan dan pembukuannya.
2.    Administrasi personel guru dan pegawai sekolah, meliputi :
a)    Pengangkatan dan penempatan tenaga guru,
b)    Organisasi personel guru-guru,
c)    Masalah kepegawaian dan kesejahteraan guru,
d)    Rencana orientasi bagi tenaga guru yang baru, dan
e)    Inservice training dan up-grading guru-guru.
3.    Administrasi peserta didik hal ini meliputi :
a)    Organisasi dan perkumpulan peserta didik,
b)    Masalah kesehatan dan kesejahteraan peserta didik,
c)    Penilaian dan pengukuran kemajuan peserta didik, dan
d)    Bimbingan dan penyuluhan bagi peserta didik (guidance and counseling).
4.    Supervisi pengajaran, meliputi :
a)    Usaha membangkitkan dan merangsang semangat guru-guru dan pegawai tata usaha dalam menjalankan tugasnya masing-masing sebaik-baiknya,
b)    Usaha mengembangkan, mencari, dan menggunakan metode-metode baru dalam mengajar dan belajar yang lebih baik, dan
c)    Mengusahakan cara-cara menilai hasil-hasil pendidikan dan pengajaran.
5.    Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum, meliputi :
a)    Mempedomani dan merealisasikan apa yang tercantum di dalam kurikulum sekolah yang bersangkutan dalam usaha mencapai dasar-dasar dan tujuan pendidikan dan pengajaran,
b)    Menyusun dan melaksanakan organisasi kurikulum beserta materi materi, sumber-sumber dan metode-metode pelaksanaanya, disesuaikan dengan pembaharuan pendidikan dan pengajaran serta kebutuhan mesyarakat dan lingkungan sekolah, dan
c)    Kurikulum bukanlah merupakan sesuatu yang harus didikuti dan diturut begitu saja dengan mutlak tanpa perubahan dan penyimpangan sedikitpun. Kurikulum meripakan pedoman bagi para guru dalam menjalankan tugasnya.
6.    Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah, meliputi :
a)    Cara memilih letak dan menentukan luas tanah yang dibutuhkan,
b)    Mengusahakan, merencanakan dan menggunakan biaya pendirian gedung sekolah,
c)    Menentukan jumlah dan luas ruangan-ruangan kelas, kantor, gudang, asrama, lapangan olah raga,
d)    Cara-cara penggunaan gedung sekolah dan fasilitas fasilitas lainyang efektif dan produktif, serta pemeliharaannya secara kontinyu, dan
e)    Alat-alat perlengkapan sekolah dan alat-alat pelajaran yang dibutuhkan
7.    Hubungan sekolah dengan masyarakat, meliputi :
a)    Hubungan sekolah dengan sekolah-sekolah lain,
b)    Hubungan sekolah dengan instansi-instansi dan jawatan-jawatan lain, dan
c)    Hubungan sekolah dengan masyarakat pada umumnya.
Hendaknya semua hubungan itu merupakan hubungan kerjasama yang bersifat pedagogis, sosiologis dan produktif yang dapat mendatangkan keuntungan dan perbaikan serta kemajuan bagi kedua belah pihak.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, ruang lingkup yang tercakup di dalam administrasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut :
1.    Administrasi material yaitu kegiatan administrasi yang menyangkut bidang-bidang materi atau benda-benda seperti (ketatausahaan sekolah, administrasi keuangan, dll).
2.    Administrasi personel mencakup didalamnya administrasi personel guru dan pegawai sekolah, dan juga administrasi peserta didik.
3.    Administrasi kurikulum yang mencakup didalamnya penyusunan kurikulum, pembinaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, seperti pembagian tugas mengajar pada guru-guru, penyusunan silabus,dan sebagainya.
4.    Prinsip-prinsip Administrasi Pendidikan
5.    Prinsip merupakan sesuatu yang di buat sebagai pegangan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

B.     Supervisi Pendidikan Islam
1.    Pengertian Supervisi
Kata pengawas mengandung arti “suatu kegiatan untuk melakukan pengamatan agar pekerjaan dilakukan sesuai dengan  ketentuan.” Pengawasan bermakna juga supervisi. Secara etimologi supervisi berasal dari kata supervise yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilai dari atas yang dilakukan oleh pihak atasan terhadap aktivitas, kreativitas, dan kinerja bawahan.
Terdapat beberapa istilah yang hampir sama dengan supervisi, bahkan dalam pelaksananya istilah-istilah tersebut sering digunakan secara bergantian. Istilah istilah tersebut, antara lain pengawasan, pemeriksaan, dan inpeksi. Pengawasan mengandung arti suatu kegiatan untuk melakukan pengamatan agar pekerjaan dilakukan sesuai dengan ketentuan. Pemeriksaan dimaksudkan untuk melihat bagaimana kegiatan yang dilaksanakan telah mencapai tujuan. Inpeksi dimaksudkan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan atau kesalahan yang perlu diperbaiki dalam suatu pekerjaan.
Dalam kaitannya dengan Madrasah Berbasis Manajemen (MBM), supervisi lebih ditekankan pada pembinaan dan peningkatan kemampuan dan kinerja tenaga kependidikan di madrasah dalam melaksanakan tugas.
Supervisi berarti Suatu usaha pejabat sekolah dalam memimpin guru-guru dan tenaga kependidikan lainnya, untuk memperbaiki pengajaran; termasuk menstimulasi, menyeleksi pertumbuhan dan perkembangan jabatan guru-guru, menyeleksi, dan merevisi tujuan-tujuan pendidikan, bahan pengajaran dan metode-metode mengajar serta evaluasi pengajaran. supervisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses administrasi pendidikan yang ditujukan terutama untuk mengembangkan efektivitas kinerja personalia sekolah yang berhubungan dengan tugas-tugas utama pendidikan. Dalam definisi ini supervisi dipandang subsistem dari sistem administrasi sekolah. Sebagai sub sistem, supervisi tidak terlepas dari sistem administrasi yang juga menyangkut non-guru.

2.    Fungsi-fungsi Supervisi
Fungsi-fungsi supervisi pendidikan yang sangat penting diketahui oleh para pimpinan pendidikan termasuk kepala sekolah adalah sebagai berikut
a)    Dalam bidang kepemimpinan,
b)    Menyusun rencana dan policy bersama,
c)    Mengikutsertakan anggota-anggota kelompok (guru-guru, pegawai) dalam berbagai kegiatan, dan
d)    Memberikan bantuan kepada anggota kelompok dalam menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan.

3.    Tujuan Supervisi
Berdasarkan beberapa kajian terhadap pengertian dan hakikat supervisi di atas dapat dikemukakan bahwa supervisi akademik bertujuan mengembangkan iklim yang kondusif dan lebih baik dalam kegiatan pembelajaran, melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar.
Dengan kata lain, tujuan supervisi akademik adalah membantu dan memberikan kemudahan kepada para guru untuk belajar bagaimana meningkatkan kemampuan mereka guna mewujudkan tujuan belajar peserta didik.
Secara khusus, Ametembun mengupas tujuan supervisi akademik sebagai berikut :
a)    Membina kepala madrasah dan guru-guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peranan madrasah dalam merealisasikan tujuan tersebut,
b)    Memperbesar kesanggupan kepala madrasah dan guru-guru untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif,
c)    Membantu kepala madrasah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan-kesulitan pembe-lajaran, serta menolong mereka merencanakan perbaikan-perbaikan,
d)    Meningkatkan kesadaran kepala madrasah dan guru-guru serta warga madrasah lain terhadap cara kerja yang demokratis dan komprehensif, serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong,
e)    Memperbesar semangat guru-guru dan meningkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal dalam profesinya,
f)    Membantu kepala madrasah untuk mempopulerkan pengembangan.

4.    Tugas Supervisi
Tugas supervisor adalah untuk mengendalikan, memperbaiki, membantu, menilai dan membina aspek-aspek yang terkait dalam pelaksanaan pendidikan, baik hal itu berkenaan dengan kepala madrasah, guru, siswa, ataupun tatausaha.
M. Ngalim mengatakan bahwa tugas supervisi pendidikan yang riel dan lebih rinci sbb:
a)    Menghadiri rapat/pertemuan-pertemuan organisasi-organisasi profe-sional,
b)    Mendiskusikan tujuan-tujuan dan filsafat pendidikan dengan guru-guru, dan
c)    Mengadakan rapat-rapat kelompok untuk membicarakan masalah-masalah umum (common problems).
Adapun bidang pengawasan pendidikan agama Islam di lingkungan pendidikan nasional, yaitu :
     Taman Kanak-kanak (TK),
     Sekolah Dasar (SD),
     Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP),
     Sekolah Menengah Umum (SMU),
     Sekolah Menengah Kejuruan (SMK),
     Sekolah Luar Biasa (SLB)
Sedangkan pada madrasah di lingkungan Departemen Agama, yaitu :
     Raudhatul Athfal (RA)/Bustanul Athfal (BA),
     Madrasah Ibtidaiyah (MI),
     Madrasah Tsanawiyah (MTs),
     Madrasah Aliyah (MA), dan
     Madrasah Diniyah MD) baik negeri maupun swasta.

5.    Prosedur Kepengawasan
Supervisor hendaknya dapat memilih teknik-teknik supervisi yang tepat, sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Untuk kepentingan tersebut,
Berikut diuraikan beberapa teknik supervisi yang dapat dipilih dan digunakan supervisor pendidikan, baik yang bersifat kelompok maupun individual.
Teknik-teknik tersebut, antara lain kunjungan dan observasi kelas, pembicaran individual, diskusi kelompok, demonstrasi mengajar, dan perpustakaan profesional.
Untuk lebih jelasnya, kita butuh teknik atau prosedur kepengawasan yaitu kunjungan dan observasi kelas. Kunjungan dan observasi kelas sangat bermanfaat untuk mendapatkan informasi tentang proses belajar mengajar secara langsung, baik yang menyangkut kelebihan maupun kekurangan dan kelemahannya. Melalui teknik ini kepala madrasah dapat mengamati secara langsung kegiatan guru dalam melakukan tugas utamanya, mengajar, penggunaan alat, metode dan teknik mengajar secara keseluruhan dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Hasil observasi kelas ini dapat digunakan oleh supervisor bersama guru untuk menentukan cara-cara yang paling tepat untuk memperbaiki dan meningkatkan kondisi pembelajaran. Agar kunjungan kelas berlangsung efektif, hendaknya dipersiapkan dengan teliti dan dilaksanakan secara hati-hati dengan penampilan yang baik pula.
Kunjungan dan observasi kelas dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu :
a)    Kunjungan kelas dan observasi tanpa memberi tahu guru yang akan dikunjungi,
b)    Kunjungan dan observasi dengan terlebih dahulu memberi tahu, dan
c)    Kunjungan atas undangan guru.
Ketiga cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, pola mana yang akan dipilih harus disesuaikan dengan tujuan utama kunjungan dan observasi kelas.
Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap dan akurat mengenai situasi kelas mungkin diperlukan beberapa kali kunjungan atau dilengkapi dengan teknik-teknik yang lain, seperti :
1)    Pembicaraan Individual
Kunjungan dan observasi kelas pada umumnya dilengkapi dengan pembicaraan individual antara kepala madrasah dan guru. Pembicaraan individual dapat pula dilakukan tanpa harus melakukan kunjungan kelas terlebih dahulu jika kepala madrasah merasa bahwa guru memerlukan bantuan atau guru itu sendiri yang merasa perlu bantuan.Pembicaraan individual merupakan salah satu alat supervisi penting karena dalam kesempatan tersebut supervisor dapat bekerja secara individual dengan guru dalam memecahkan masalah pribadi yang berhubungan dngan proses pembelajaran.
2)    Diskusi kelompok
Diskusi kelompok atau pertemuan kelompok adalah suatu kegiatan mengumpulkan sekelompok orang dalam situasi tatap muka dan interaksi lisan untuk bertukar informasi atau berusaha mencapai suatu keputusan tentang masalh-masalah bersama.
Kegiatan diskusi ini dapat mengambil beberapa bentuk pertemuan, seperti panel, seminar, lokakarya, konperensi, kelompok studi, kelompok komisi, dan kegiatan lain yang bertujuan bersama-sama membicarakan dan menilai masalah-masalah tentang pendidikan dan pengajaran.
Kegiatan kelompok diskusi di madrasah dapat dikembangkan melalui rapat madrasah untuk membahas bersama-sama masalah pendidikan dan pengajaran di madrasah itu. Pertemuan-pertemuan semacam itu penting dalam supervisi modern agar guru dapat menikmati berbagai suasana pertemuan kelompok dengan tenang dan menyenangkan.
3)    Demonstrasi Mengajar.
Demonstrasi mengajar ialah proses pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru yang memilki kemampuan dalam hal mengajar sehingga guru lain dapat mengambil hikmah dan manfaatnya.
Demonstrasi mengajar bertujuan untuk memberi contoh bagaimana cara melaksanakan proses pembelajaran yang baik dalam menyajikan materi, menggunakan pendekatan, metode, media pembelajaran. Demonstrasi mengajar merupakan teknik supervisi yang besar manfaatnya bagi guru-guru. Perlu dipahami oleh supervisor bahwa tidak ada cara mengajar yang paling baik untuk setiap tujuan. Oleh karena itu, Supervisor perlu menjelaskan kesempatan demonstrasi mengajar tersebut sebagai salah satu alternatif penampilan dengan maksud tertentu.
Guru-guru hendaknya mendapat kesempatan untuk menganalisis penampilan mengajar yang diamatinya itu.
4)    Pengembangan Perpustakaan Profesional.
Ciri profesional seorang guru antara lain tercermin dalam kemauan dan kemampuannya untuk belajar secara terus dalam rangka meningkatkan dan memperbaiki tugas utamanya, yaitu mengajar. Guru hendaknya merupakan kelompok “reading people” dan menjadi bagian dari masyarakat belajar, yang menjadikan belajar sebagai kebutuhan hidupnya. Untuk kepentingan tersebut diperlukan berbagai sumber belajar yang dapat memenuhi kebutuhan guru, terutama dalam kaitannya dengan sumber-sumber belajar berupa buku. Dikatakan demikian karena buku merupakan gudang ilmu dan sebagai salah satu sumber pengetahuan yang utama. Sehubungan dengan itu, diperlukan sejumlah buku perpustakaan sesuai dengan bidang ilmu atau bidang kajian setiap guru. Dalam hal ini kehadiran perpustakaan di madrasah sangat dirasakan manfaatnya dan sangat penting bagi peningkatan dan pertumbuhan jabatan guru.
Di samping teknik-teknik supervisi yang telah diuraikan di atas, masih banyak teknik lain seperti program orientasi, lokakarya, buletin supervisi, penelitian tindakan (action research), pengembangan kurikulum, rapat guru, bahkan penilaian diri sendiri berkaitan dengan pelaksanaan tugas oleh para guru. Pada hakikatnya tidak ada suatu teknik tunggal yang bisa memenuhi segala kebutuhan, dan baik tidaknya teknik yang digunakan bergantung pada situasi dan waktu pelaksanaannya. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan supervisi secara optimal perlu digunakan beberapa teknik supervisi agar data dan informasi yang diperoleh dapat saling melengkapi dan menyem-purnakan.
Teknik-teknik di atas, dalam supervisi akademik bisa digunakan dalam berbagai tahapan, yaitu :
a)    Tahap pertemuan awal,
b)    Tahap observasi kelas, dan
c)    Tahap pertemuan umpan balik.
Ketiga tahapan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :
     Tahap pertemuan awal.
Langkah yang perlu dilakukan pada tahap ini adalah :
(a)    Kepala sekolah menciptakan suasana yang akrab dengan guru, sehingga terjadi suasana kolegial. Dengan kondisi itu diharapkan guru dapat mengutarakan pendapatnya secara terbuka.
(b)    Kepala sekolah dengan guru membahas rencana pembelajaran untuk menyepakati aspek mana yang menjadi fokus perhatian supervisi, serta menyempurnakan rencana pembelajaran tersebut.
(c)    Kepala sekolah bersama guru menyusun instrumen observasi yang akan digunakan, atau memakai instrumen yang telah ada, termasuk bagaimana cara menggunakan dan menyimpulkannya.
     Tahap observasi kelas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam observasi, yaitu :
(a)    Kepala sekolah menempati tempat yang telah disepakati bersama,
(b)    Observasi harus terfokus pada aspek yang telah disepakati,
(c)    Dalam hal tertentu, kepala sekolah perlu membuat komentar yang sifatnya terpisah dengan hasil observasi,
(d)    Jika ada ucapan atau prilaku guru yang dirasa mengganggu proses pembelajaran, kepala sekolah perlu mencatatnya.
(e)    Tahap pertemuan umpan balik. Pada tahap ini observasi didiskusikan secara terbuka antara kepala sekolah dengan guru.
Beberapa yang perlu dilakukan kepala sekolah dalam pertemuan balikan yaitu :
(f)    Kepala sekolah memberikan penguatan terhadap penampilan guru, agar tercipta suasana yang akrab dan terbuka,
(g)    Kepala sekolah mengajak guru menelaah tujuan pembelajaran kemudian aspek pembelajaran yang menjadi fokus perhatian dalam supervisi,
(h)    Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pelajaran. Sebaiknya pertanyaan diawali dari aspek yang dianggap berhasil, baru dilanjutkan dengan aspek dianggap kurang berhasil. Kepala sekolah jangan memberikan penilaian dan biarkan guru menyampaikan pendapatnya.
Dilihat dari sudut administrasi pendidikan, semangat ialah suatu disposisi pada orang-orang didalam suatu usaha bersama untuk bertindak, bertingkah laku, dan berbuat dengan cara-cara yang produktif, bagi maksud-maksud dan tujuan-tujuan organisasi atau usaha pendidikan.
Jika disposisi itu kuat, maka semangat itu tinggi. Ia tampak sebagai kesediaan untuk menempatkan pertimbangan-pertimbangan tentang diri sendiri dibwah kepentingan bersama, untuk bekerja selaku seorang anggota dalam suatu kesatuan, untuk tercapainya tujuan-tujuan umum, dan sebagai kecenderungan untuk mendapat kepuasan dari kemajuan-kemajuan yang diperoleh organisasi. Rasa kekeluargaan, loyalitas, antusiasme, sifat dapat dipercaya, dan kesanggupan bekerja sama, menjadi ciri-ciri semangat yang tinggi. Bila disposisi lemah, maka semangat dikatakan rendah, semangat rendah tampak sebagai tingkah laku dan perbuatan-perbuatan yang merusak atau tidak membantu terhadap tujuan-tujuan umum. Ia tampak sebagai ketidakmampuan untuk mendapat kemajuan-kemajuan, dan sebagai kecenderungan untuk kepentingan-kepentingan pribadi. Percekcokan yang terus menerus, perpecahan, kurang kesanggupan untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan dan frekuensi absen yang tinggi, semua itu adalah ciri-ciri semangat yang rendah.
Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi semangat dan perlu mendapat perhatian dari para pemimpin pendidikan ialah:
    Adanya tingkat kehidupan yang layak,
    Adanya Adanya persaan terlindung, ketentraman dalam bekerja,
    Adanya kondisi-kondisi bekerja yang menyenangkan,
    Suasana dan rasa kekeluargaan,
    Perlakuan yang adil dari atasannya.

6.    Jenis Supervisi
Untuk memperjelas pengertian dan perbedaan jenis-jenis supervisi tersebut marilah kita ikuti uraian berikut :
a)    Supervisi umum
Yang diamaksud dengan supervisi umum di sini adalah supervisi yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan atau pekerjaan yang secara tidak langsung berhubungan dengan usaha perbaikan pengajaran seperti supervisi terhadap kegiatan pengelolaan bangunan dan perlengkapan sekolah atau kantor-kantor pendidikan, supervisi terhadap kegiatan pengelolaan administrasi kantor, supervisi pengelolaan keuangan sekolah atau kantor pendidikan, dan sebagainya.
b)    Supervisi pengajaran
Supervisi pengajaran ialah kegitan-kegiatan kepengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi-baik personel maupun material yang memungkinkan terciptanya situasi belajar mengajar yang lebih baik demi terciptanya tujuan pendidikan.
Dengan demikian, apa yang telah dikemukakan di dalam uraian terdahulu tentang pengertian supervisi beserta definisi-definisinya dapat digolongkan kemudian dalam supervisi pengajaran.





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari Pembahasan dalam karya ilmiah ini, kesimpulan penulis adalah sebagai berikut :
1)    Pengertian Administrasi pendidikan adalah suatu kegiatan kerja sama atau proses pengintegrasian segala sesuatu baik personal maupun material yang tergabung dalam orgaisasi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien.
2)    fungsi administrasi pendidikan adalah :
•    Perencanaan (planning)
•    Pengorganisasian (organizing)
•    Pengkoordinasian (coordination)
•    Komunikasi
•    Supervisi
•    kepegawaian (staffing)
•    Pembiayaan (budgeting)
•    Penilaian (evaluating)
3)    Adapun tujuan dari administrasi pendidikan adalah :
•    Efektifitas produksi,
•    Efesiensi,
•    Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes), dan
•    Kepuasan kerja
4)    Ruang lingkup (bidang garapan)  administrasi pendidikan adalah :
•    Administrasi peserta didik,
•    Supervisi pengajaran,
•    Pelaksanaan dan pembinaan kurikulum, dan
•    Pendirian dan perencanaan bangunan sekolah,
5)    Diantara prinsip-prinsip administrasi pendidikan adalah :
•    Adanya kerja sama sekelompok orang,
•    Adanya penataan dan pengaturan dari kerja sama,
•    Adanya SDM (sumber daya manusia/personal) yang harus ditata,
•    Adanya peralatan dan perlengkapan (non manusia ) yang harus ditata, dan
•    Adanya tujuan yang hendak dicapai bersama dari kerjasama tersebut.
6)    Pengertian Supervisi Secara etimologi berasal dari kata supervise yang mengandung arti melihat dan meninjau dari atas atau menilai dari atas yang dilakukan oleh pihak atasan terhadap aktivitas, kreativitas, dan kinerja bawahan.
7)    Tujuan Supervisi, yaitu :
•    Membina kepala madrasah dan guru-guru untuk lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya dan peranan madrasah dalam merealisasikan tujuan tersebut,
•    Memperbesar kesanggupan kepala madrasah dan guru-guru untuk mempersiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang lebih efektif,
•    Membantu kepala madrasah dan guru mengadakan diagnosis secara kritis terhadap aktivitas-aktivitasnya dan kesulitan-kesulitan pembe-lajaran, serta menolong mereka merencanakan perbaikan-perbaikan,
•    Meningkatkan kesadaran kepala madrasah dan guru-guru serta warga madrasah lain terhadap cara kerja yang demokratis dan komprehensif, serta memperbesar kesediaan untuk tolong menolong,
•    Memperbesar semangat guru-guru dan meningkatkan motivasi berprestasi untuk mengoptimalkan kinerja secara maksimal dalam profesinya, dan
•    Membantu kepala madrasah untuk mempopulerkan pengembangan.
8)    Tugas supervisor adalah untuk mengendalikan, memperbaiki, membantu, menilai dan membina aspek-aspek yang terkait dalam pelaksanaan pendidikan, baik hal itu berkenaan dengan kepala madrasah, guru, siswa, ataupun tatausaha.
9)    Fungsi  supervisi adalah sebagai berikut :
•    Dalam bidang kepemimpinan,
•    Menyusun rencana dan policy bersama,
•    Mengikutsertakan anggota-anggota kelompok (guru-guru, pegawai) dalam berbagai kegiatan, dan
•    Memberikan bantuan kepada anggota kelompok dalam menghadapi dan memecahkan persoalan-persoalan.
10)    Jenis Supervisi
•    Supervisi umum
•    Supervisi pengajaran.

B.    Saran
Berdasarkan pembahasan diatas, maka saran penulis adalah perlunya dorongan dan perhatian dari pemerintah terhadap pendidikan di Indonesia terutama pendidikan  islam dengan cara menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan  remaja yang bersifat positif.  Sehingga dapat menciptakan generasi yang memiliki intelektual tinggi dan karakter.








DAFTAR PUSTAKA


Burhanuddin,Yusak. 2005. Administrasi pendidikan.Bandung : Pustaka setia

Purwanto,Ngalim. 2004. Administrasi pendidikan dan supervisi pendidikan. Bandung : PT Remaja Rosda Karya

Soetjipto dan Kosasi, Raflis.2004. Profesi keguruan.Jakarta:PT Rineka Cipta

Tsauri,Sofyan. 2007. Administrasi dan supervisi pendidikan. Jember: Center for society studies

www.goole.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar